Filsafat Ilmu

1. Latar Belakang

Pengetahuan berawal dari rasa ingin tahu. Dengan rasa ingin tahunya manusia berusaha mendapatkan pengetahuan yang benar. Manusia mengembangkan pengetahuannya untuk memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidupnya. Manusia memikirkan hal-hal yang baru, menjelajah ufuk baru,karena manusia hidup bukan sekedar untuk hidup, namun lebih dari itu yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuannya dan pengetahuan ini jugalah yang mendorong manusia menjadi makhluk yang khas dimuka bumi ini.
Manusia mampu mengembangkan pengetahuannya disebabkan dua hal. Yang pertama karena manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut, yang kedua karena manusia mampu mengembangkan pengetahuannya dengan cepat dan mantap yaitu kemampuan berpikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu.
Pengetahuan pada hakekatnya merupakan segenap apa kita ketahui tentang objek tertentu. Sebagai salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan yang benar dengan jalan penalaran dan logika.
2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah:
1. Apakah Pengertian Penalaran itu!
2. Apakah pengertian logika itu
3. Dari manakah sumber pengetahuan itu berasal?
4. Bagaimanakah kriteria suatu kebenaran itu?

PEMBAHASAN
1. Penalaran
1.1. Pengertian Penalaran
Penalaran merupakan suatu proses berpikir dalam menarik sesuatu
kesimpulan yang berupa pengetahuan (Suriasumantri, 2003). Adib (2011) menyatakan nalar adalah salah satu corak berpikir untuk menggambungkan dua pemikiran atau lebih dengan maksud untuk mendapatkan pengetahuan baru dengan memperhatikan asas-asas pemikiran, yaitu (i) principium identitas, (ii) principium contradictionis, (iii) principiumtertii exclusi dan (iv) principium kompromi.
Jadi penalaran merupakan salah satu proses dalam berpikir yang menggabungkan dua pemikiran atau lebih untuk menarik sebuah kesimpulan untuk medapatkan pengetahuan baru.

1.2. Macam-macam penalaran
a. Penalaran Langsung
Penalaran langsung merupakan penalaran yang premisnya hanya sebuah proposisi dan langsung disusul dengan proposisi lain sebagai kesimpulannya. Penalaran langsung ditarik hanya dari satu premis saja. Penarikkan konklusi secara langsung dapat memberikan keterangan yang lengkap tentang proposisi yang diberikan, yaitu dengan menyatakan secara eksplisit apa-apa yang telah dinyatakan secara implisit didalam premis.
Contoh : semua bintang film memakai sabun Lux (S=P)
Jadi, sebagian pemakai sabun Lux adalah bintang film
Istilah penalaran langsung berasal dari Aristoteles untuk menunjukkan penalaran, yang premisnya hanya terdiri dari sebuah proposisi saja. Konklusinya ditarik langsung dari proposisi yang satu itu dengan membandingkan subjek dan predikatnya.
b. Penalaran tidak langsung
Penalaran tidak langsung, penarikkan konklusinya atas lebih dari satu proposisi. Konklusinya ditarik dari dua premis.
Contoh : Semua mahasiswa adalah anak pintar.
Dina adalah mahasiswa.
Dina adalah anak pintar.
2. Logika
2.1. Pengertian Logika
Logika berasal dari kata Yunani kuno (logos) yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa (Adib, 2011). Menurut Cecep Sumarna (dalam Susanto,2011:145) logika adalah cara penarikan kesimpulan, atau pengkajian untuk berpikir secara shahih.
Jan Hendrik Rapar (dalam Susanto, 2011:144) menjelaskan istilah logika diambil dari bahasa Yunani logikos, yang berarti mengenai sesuatu yang diutarakan, mengenai suatu pertimbangan akal (pikiran), mengenai kata, mengenai percakapan atau berkenaan dengan bahasa. Menurut Amsal Bakhtiar (2010:212), logika adalah sarana untuk berpikir sistematis, valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dari pendapat diatas maka dapat disimpulkan logika merupakan suatu cara untuk mendapatkan suatu pengetahuan dengan menggunakan akal pikiran, kata dan bahasa yang dilakukan secara sistematis.
2.2. Macam-macam Logika
Logika dipilahkan dalam logika alamiah dan logika ilmiah. Logika alamiah adalah kinerja akal budi manusia yang berpikir secara tepat dan lurus sebelum dipengaruhi oleh keinginan-keinginan dan kecenderungan-kecenderungan yang subjektif. Kemampuan logika alamiah manusia ada sejak lahir. Sedangkan logika ilmiah memperhalus, mempertajam pikiran serta akal budi. Logika ilmiah menjadi ilmu khusus yang merumuskan asas-asas yang harus ditepati dalam setiap pemikiran. Berkat pertolongan logika ilmiah inilah akal budi dapat bekerja dengan lebih tepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman. Logika ilmiah dimaksudkan untuk menghindarkan kesesatkan atau paling tidak, mengurangi kesesatan.
2.3. Kegunaan Logika
Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga dapat dianggap sebagai cabang matematika.

Secara terperinci, logika digunakan antara lain :
1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren
2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak (berpikir tingkat tinggi), cermat dan objektif
3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir sejarah tajam dan mandiri
4. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
5. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan serta kesesatan
6. Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian

3. Sumber Pengetahuan
Sumber pengetahuan merupakan aspek-aspek yang mendasari lahirnya ilmu pengetahuan yang berkembang dan muncul dalam kehidupan manusia. Menurut Sumarna (dalam Susanto, 2011: 186) sumber ilmu pengetahuan terdapatperbedaan antara pandangan filosof dan ilmuwan Barat dengan filosofot dan ilmuwan muslim. Menurut filosof dan ilmuwan muslim, sumber utama ilmu pengetahuan adalah wahyu yang termanifestasikan dalam Alquran dan As-sunnah, selain empiris dan rasional. Sedangkan menurut filosof dan ilmuwan Barat sumber ilmu pengetahuan hanya dibatasi pada sumber utama yaitu pengetahuan yang lahir dari pertimbangan rasio (akal atau deduksi) dan pengetahuan yang
dihasilkan melalui pengalaman (empiris dan induksi).
Menurut Suriasumantri (dalam Susanto, 2011:186) terdapat empat cara pokok dalam mendapatkan pengetahuan, pertama adalah pengetahuan yang berdasarkan rasio yang dikembangkan oleh kaum rasionalis yang dikenal dengan rasionalisme. Kedua, pengetahuan yang berdasarkan pada pengalaman yang dikenal dengan faham empirisme. Ketiga, pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran tertentu. Seseorang yang sedang terpusatkan pemikirannya pada suatu masalah tiba-tiba saja menemukan jawaban atas permasalahan tersebut. Intuisi bersifat personal dan tidak bisa diramalkan sehingga intuisi tidak bisa digunakan sebagai dasar untuk menyusun pengetahuan yang teratur. Sumber pengetahuan yang keempat adalah wahyu yang merupakan pengetahuan yang disampaikan tuhan kepada manusia.
Sedangkan Amsal Bakhtiar mengungkapkan ada beberapa pendapat tentang sumber pengetahuan antara lain:
a. Empirisme
Kata ini berasal dari kata Yunani empeirikos, artinya pengalaman. Menurut aliran ini manusia memperoleh pengetahuan melalui pengalamannya. Dan bila dikembalikan kepada kata Yunaninya, pengalaman yang dimaksudkan ialah pengalaman inderawi.
b. Rasionalisme
Aliran ini menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan. Pengetahuan yang benar diperoleh dan diukur dengan akal. Menusia memperoleh penegetahuan melalui kegiatan menangkap objek.
Bagi aliran ini kekeliruan pada aliran empirisme yang disebabkan kelemahan alat indera dapat dikoreksi, seandainya akal digunakan.
c. Intuisi
Menurut Henry Bergson intuisi adalah hasil dari evolusi pemahaman yang tertinggi. Kemampuan ini mirip dengan insting, tetapi berbeda dengan kesadaran dan kebebasannya.Ia juga mengatakan bahwa intuisi adalah suatu pengetahuan yang langsung, yang mutlak dan bukan pengetahuan yang nisbi.
Intuisi bersifat personal dan tidak bisa diramalkan. Sebagai dasar untuk menyusun pengetahuan secara teratur, intuisi tidak dapat diandalkan.
d. Wahyu
Wahyu adalah pengetahuan yang disampaikan oleh ALLAH kepada manusia lewat perantaraan para nabi.
Wahyu Allah (agama) berisikan pengetahuan, baik mengenai kehidupan seseorang yang terjangkau oleh pengalaman, maupun yang mencakup masalah transendental, seperti latar belakang dan tujuan penciptaan manusia, dunia dan segenap isinya serta kehidupan diakhirat nanti.
Dari uraian diatas, yang dapat dijadikan sumber pengetahuan adalah wahyu, pengalaman dan rasio. Sedangkan intuisi tidak dapat digunakan sebagai sumber ilmu pengetahuan karena ia bersifat personal dan tidak bisa diramalkan serta bersifat tiba-tiba atau seketika
4. Kriteria Kebenaran
Tidak semua manusia mempunyai persyaratan yang sama terhadap apa yang dianggapnya benar. Secara umum definisi yang standar mengenai kebenaran diartikan sebagai kesesuaian antara pikiran dan kenyataan. Perihal kebenaran ini memang menjadi tujuan utama dari kajian ilmu filsafat. Para filosof telah lama mengupayakan dan mencari kebenaran. Menurut Plato, kebenaran yang utama adalah yang diluar dunia ini, maksudnya ialah suatu kesempurnaan tidak dapat dicapai di dunia ini
Pada umumnya ada beberapa teori kebenaran, yaitu :
1. Teori kebenaran saling berhubungan (coherence theory of trurth); berpendapat bahwa suatu proposisi itu benar apabila hal tersebut mempunyai hubungan dengan ide-ide dari proposisi yang telah ada atau benar. Dengan kata lain, yaitu apabila proposisi itu mempunyai hubungan dengan proposisi terdahulu adalah benar. Pembuktian teori kebenaran koherensi dapat melalui fakta sejarah dan logika.
2. Teori kebenaran saling berkesesuaian (correspondence theory of truth), berpandangan bahwa suatu proposisi itu benar apabila proposisi itu saling berkesesuaian dengan kenyataan atau realitas. Kebenaran demikian dapat dibuktikan secara langsung pada dunia kenyataan.
3. Teori kebenaran inherensi (Inherent theory of truth), yang memiliki pandangan bahwa suatu proposisi memiliki nilai kebenara apabila memiliki akibat atau konsekuensi-konsekuensi yang bermanfaat, maksudnya ialah hal tersebut dapat dipergunakan.

PENUTUP

Dengan rasa ingin tahunya, manusia berusaha mencari pengetahuan dari berbagai sumber untuk memenuhi kebutuhan dan kelangsungan hidupnya.
Penalaran merupakan salah satu proses dalam berpikir yang menggabungkan dua pemikiran atau lebih untuk menarik sebuah kesimpulan untuk medapatkan pengetahuan baru.
logika merupakan suatu cara untuk mendapatkan suatu pengetahuan
dengan menggunakan akal pikiran, kata dan bahasa yang dilakukan secara sistematis.
Sumber pengetahuan merupakan aspek-aspek yang mendasari lahirnya ilmu pengetahuan yang berkembang dan muncul dalam kehidupan manusia. Tedapat tiga sumber pengetahuan 1. Empiris/pengetahuan, 2. Rasio/akal (pikiran) dan 3.wahyu
Kebenaran merupakan kesesuaian antara pikiran dan kenyataan dan menjadi tujuan dari filsafat. Untuk menyatakan sesuatu itu benar dapat didasarkan pada teori kebenaran. Aliran rasionalisme menyatakan suatu itu benar bila sesuai dengan teori coherence theory of trurth, aliran empirisme menyatakan suatu itu benar berdasarkan teori correspondence theory of truth), dan aliran pragmatisme menyatakan ssutu kebenaran itu bila sesuai dengan teori Inherent theory of truth.
Pengetahuan dapat diperoleh dengan jalan penalaran dan logika yang bersumberkan pada pengalaman, akal dan wahyu sehingga pada akhirnya didapatkanlah suatu kebenaran.

DAFTAR PUSTAKA

Adib,Mohammad. 2011. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Achmadi, Asmoro. 2005. Filsafat Umum. Jakarta: Rajawali Pers
Bakhtiar, Amsal.2010. Filsafat Ilmu. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Jalaluddin dan Abddullah. 2011. Filsafat Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers
Susanto, A. 2011. Filsafat Ilmu. Jakarta: Bumi Aksara
Suriasumantri, Jujun S. 2003. Filsafat Ilmu. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan
Syadali, Ahmad dan Mudzakir.1997. Filsafat Umum. Bandung: Pustaka Setia

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: